Sabtu, 17 Agustus 2013

Majas Penegasan


1.   Majas Klimaks adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. 
2.  Majas Antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun
3. Majas Koreksio adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. 
4.    Majas Asindeton  adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. 
5.  Majas  Interupsi  adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. 
6.      Majas Eksklmasio  adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. 
7.   Majas Enumerasio adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. 
8.  Majas Silepsis dan Zeugma adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. 
9.  Majas Apofasis atau Preterisio adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. 
10.  Majas Pleonasme Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. 
11.  Majas Aliterasi adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
12.  Majas Paralelisme adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris  atau kalimat
13. Majas Tautologi adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului. 
14.  Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. 
15.   Majas Anastrof atau Inversi adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. 
16.  Majas Retoris adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. 
17.  Majas Elipsi adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. 
18.  Majas Alonim Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
19.  Majas Kolokasi Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang
berdampingan dalam kalimat.
20.  Majas Pararima Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
21.  Majas Preterito Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22.   Majas Sigmatisme Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
23. Majas Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar